Favicon1Selamat Datang di blog Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) SMP 4 Bae KudusFavicon1Sekolah Potensial Rintisan Menuju SSN ( Sekolah Standar Nasional )Favicon1Menggandeng Tangan, Membuka Pikiran, Menyentuh Hati, Membentuk Masa Depan, Seorang Guru Berpengaruh Selamanya, Dia Tidak Pernah Tahu Kapan Pengaruhnya BerakhirFavicon1Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayaniFavicon1Ayo cancut tali wandha mbangun negara lan bangsaFavicon1

Jumat, 15 Juli 2011

Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan :
Proses pertambahan volume yang tidak dapat berbalik ( irreversible ), akibat dari:
● Pertambahan jumlah sel akibat pembelahan Mitosis
● Pertambahan ukuran sel ( volume, tinggi dan panjang )
● Bersifat kuantitatif.


Perkembangan :
Proses terspesialisasinya sel-sel menuju struktur dan fungsi tertentu.
Proses ini tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan Perkembangan senantiasa berjalan sejajar dan berdampingan.


Pertumbuhan pada Tumbuhan:

Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi akibat kegiatan sel-sel pada jaringan meristem yang selalu membelah secara mitosis. Jaringan meristem terletak di ujung akar, ujung batang dan kambium.
1. Pertumbuhan Primer : Pertumbuhan yang menyebabkan memanjangnya ujung akar dan ujung batang
2. Pertumbuhan Sekunder : Pertambahan besar diameter batang akibat kegiatan pembelahan jaringan kambium (titik tumbuh sekunder). Hanya terjadi pada tumbuhan dikotil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan :
1. Faktor Internal
  - Faktor Genetik
  - Phytohormon, yang terdiri atas : Auksin, Giberelin, Sitokinin, Asam Absisat (ABA), Gas Etilene, Kalin

    a. Auksin
  1. Banyak terdapat pada ujung koleoptil
  2. Mendorong pemanjangan batang/pucuk
  3. Merangsang pertumbuhan akar adventif pada batang / stek batang
  4. Memacu dominasi tunas apikal ( tunas diujung batang )
   b. Giberelin
  1. Memacu pertumbuhan batang
  2. Merangsang perkecambahan biji dan tunas
  3. Merangsang pembentukan bunga
  4. Merangsang perkembangan buah tanpa biji (partenokarpi)
  c. Sitokinin
  1. Memacu pembelahan sel dan pembentukan organ
  2. Menunda penuaan
  3. Memacu perkembangan kuncup samping
  4. Memacu perbesaran sel pada kotiledon dikotil.
  d. Asam Absisat (ABA)
  1. Menghambat pertumbuhan (Dormancy)
  2. Memacu pengguguran daun, bunga, dan buah
  e. Gas Etilene
      Mempercepat pematangan buah, merangsang pembungaan, merangsang penuaan dan pengguguran daun   serta menghambat pemanjangan batang.
  f. Kalin
     Merangsang pertumbuhan bagian-bagian tanaman
     - Rhizokalin = akar
     - Filokalin = daun
     - Kaulokalin = batang
     - Anthokalin = bunga

2. Faktor Luar (eksternal)
    a. Zat hara
        Berupa makroelemen maupun mikroelemen yang diserap oleh akar maun bagian tubuh yang lain berupa gas, air dan zat yg terlarut bersama air.
    b. Air
        Diperlukan dalam Fotosintesis, reaksi kimia, menjaga kelembaban, dan membantu perkecambahan biji.
    c. Cahaya
        Membantu proses fotosintesis namun cahaya yg berlebihan justru menghambat kerja hormon auksin (pertumbuhan)
    d. Suhu
        Suhu optimum untuk tumbuhan umumnya 22o C – 37o C
        Tumbuhan tidak tumbuh pada suhu dibawah 0o C dan diatas 40ยบ C
    e. Kelembaban
        Pada kondisi kelembaban yang tinggi, umumnya pertumbuhan tanaman lebih cepat namun kelembaban yang rendah diperlukan oleh beberapa tanaman untuk pertumbuhan generatip, sehingga berbunga pada musim kemarau.

Pertumbuhan pada Hewan
● Fase Embrionik
Yaitu pertumbuhan mulai dari zigot hingga terbentuknya embrio.
Terdiri beberapa tahap:
1. morula
2. Blastulasi
3. Gastrulasi
4. Morfogenesis
5. Diferensiasi
6. Spesialisasi jaringan
7. Induksi embrionik
8. organogenesis
● Fase Pasca Embrionik
• Metamorfosis
• Regenerasi
● Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
• Faktor eksternal
1. Makanan
2. Air
3. Aktifitas tubuh
4. Cahaya matahari
Faktor Internal
1. Genetis
Gen merupakan penentu semua struktur dan fungsi yang berkaitan dengan ciri-ciri hewan dan manusia antara lain bentuk tubuh, warna kulit, warna rambut, laju pertumbuhan, dan perkembangan.
2. Hormon
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu) dan dibawa oleh darah ke organ sasaran sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan termasuk manusia.
1. Kelenjar Hipofisis Menghasilkan
  • Somatotrof – Mempengaruhi pertumbuhan
  • Tirotropin – Mempengaruhi kerja kelenjar tiroid
  • Prolaktin – Mempengaruhi pengeluaran air susu
  • Gonadotropin – Mempengaruhi kerja kelenjar kelamin
  • ACTH – Mempengaruhi kerja kelenjar Adrenalin
  • ADH – Mempengaruhi pengeluaran urine
  • Oksitosin – Mempengaruhi kontraksi otot rahim saat melahirkan
2 Tiroid menghasilkan Tiroksin : Mengatur metabolisme zat dan pertumbuhan
3 Paratiroid menghasilkan Parathormon :Mengatur kadar kalsium dalam darah
4 Adrenalin menghasilkan Adrenalin : Mengatur kadar gula darah dengan mengubah glikogen menjadi glukosa
5 Pankreas menghasilkan Insulin : Mengatur kadar gula darah dengan mengubah glukosa menjadi glikogen
6 Testis menghasilkan Testosteron : Mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder pria
7 Ovarium menghasilkan Estrogen dan Progresteron : Mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita
• Metamorfosis
Yaitu perubahan bentuk tubuh pada beberapa hewan secara bertahap dari masa muda sampai dewasa
Contoh pada serangga dan katak
• Metagenesis
Pergiliran cara perkembangbiakan antara seksual dengan aseksual.
Contoh pada paku, lumut, ubur-ubur

Sistem Ekskresi pada Manusia

Sistem Ekskresi pada manusia
Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:

1. Paru-paru,
2. Hati,
3. Kulit, dan
4. Ginjal.